“Lho emang kamu pernah liat punyaku?”, tanya dia. Kedua tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri, kepalanya sering menengadah ke atas, “uugghh.., oohh.., sshhsstt”. Bokepindo Gita tersenyum dan sedikit tertawa, aku tak tahu dia senang melihat punyaku atau menertawai punyaku? Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Terus dia berkata, “Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?”. Dengan sekuat tenaga ia tekan kepalaku ke dadanya. Aku jadi tambah bernafsu untuk segera memasukkan punyaku ke punyanya. Gita terus menggerak-gerakan pinggulnya ke atas, ke bawah, kiri-kanan, naik-turun segala arah gerakan ia lakukan. “Gigit.., gigit.., Wan.., sst”. Gita terus memandangiku.




















