Sebut saja namaku Dewi. Bokepindo Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Evi? Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Semua terheran-heran melihat Evi langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? Mengapa bukan Hendra atau Rudi yang mereka perebutkan?Untuk menebus kesalahan, akhirnya aku mengabulkan permintaan Evi untuk mengantarnya ber window shopping ke Cirebon Mall. Kami berdua saling bercerita sambil sesekali rayuan gombal Tia menggelikan telingaku.Mata kami saling beradu, kami mulai merasakan ketidakmyamanan. Hhmmm nikmat banget baunya. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Evi. Karena sudah capek menunggu Tia,akhirnya aku putuskan untuk mengajak Evi berjalan-jalan pagi mengitari kampung.




















