Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tau harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya aku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.“Mang…Jangaaaan…!” kataku dengan suara gemetar.“Huahahaha…! Bokepindo Kini aku membuka lebih lebar kedua kakiku agar memudahkan mulut Mamang melahap vaginaku.Sensasi geli bercampur nikmat membuatku tenggelam menuju ke dasar lautan birahi. Tubuhku pun bergetar merasakan serangan lidah Mamang.“Ahh… Ooouuuhh… enaaak… Maaang…! Untuk beberapa saat aku melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang berukuran sedang dengan pinggang yg kecil.Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, payudaraku yg masih ditutupi bra terlihat bertambah besar setelah melahirkan.“Eeeeh… Ngapain Mang di sana!?” aku terkejut akibat ada sosok Mamang yg sedang berdiri di belakang pintu kamar.“Jangan ngeliatin…! Jarinya ikut bermain di dalam lubang vaginaku. Bagian belakang tubuh Mamang yg mulai




















