Makin lama saya makin gawat. Bokep indo “Baru pertama kali?”“Ah, enggak Bang,” kata saya malu-malu, disela nafas memburu.Temannya iseng menanya, sudah pernah sama berapa orang saya bersetubuh. Minta ampun sakitnya. Aduhhh biyung. Kamu ikutin aja kataku, nanti kubayar kamu, ya?”Lantai atas toko beras itu rumah Juragan. Herannya, biarpun atas bawah gede, tengahnya tidak ikut gede, perut dan pinggang saya masih singset. Tapi saya harus bilang. Juragan terus memain-mainkan itil saya tanpa ampun. Tokonya sedang sepi, tidak ada pembeli.“Juragan,” pinta saya. Saya anak semata wayang, sekelüarga petani penggarap yang tak berpünya. Saya kalungkan selendang saya ke salah seorang, saya beri senyum manis dan saya bisikkan harga saya kalau dia mau.“Bener nih, segitu?” kata si supir yang bertubuh kerempeng, berambut cepak, dan mulutnya bau minuman.“Iya Bang… tapi buat satu orang aja ya… kalau yang lain




















