“Ratri! Payudara indah Sekar pun terlihat di bawah cahaya pelita. Bokepindo Ayahmu memanggilku untuk ikut berlaga ke Pantai Utara melawan laskar mancanegara yang mulai bercokol di sana. Ratri berjalan dengan acuh mendekati Sekar. Keris di pinggang si pendekar berkilatan ketika dia menghunusnya. Mulai muncul tonjolan-tonjolan kecil berbentuk seperti lengan, sulur, atau cambuk. Lengannya yang panjang dan hitam tampak menyentuh kepala Ratri. Si pendekar perempuan lebih banyak menyerang, seolah hendak menghabisi lawan dengan sabetan dan tusukan pedang. Ilmu apa ini?! Di dalam bayangan itu Sekar merasakan seluruh tubuhnya dibelai, disentuh, digerayangi, dirangsang dengan segala cara. Sepasang lingga itu disodorkan kepada kedua gadis yang kini bersimpuh di hadapannya.




















