“Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Setengah dari rokoknya telah habis ketika kulihat Indah keluar dari pintu kamar dengan menggunakan kaos oblong besar dan celana pendek sebatas paha. Bokep indo gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yg ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. “Kenapa sih Zainalkamu kok banyak diam? Sementara itu Indah melepas pakaiannya hingga tinggal ber-BH dan celana sambil mengambil handuk kering dari tasnya. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Kupandangi meja disebelahku yg penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yg tak ada isinya.




















