Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Bokepindo Walaupun demikian, aku agak heran dengan sikap istriku saat itu yang tidak memprotes sedikit pun atas perbuatan si Kumis terhadap dirinya.Atau mungkin saja si Kumis tidak melakukan apa-apa saat itu, batinku. Si Kumis memberi isyarat kepada si Tegap. Belum sempat kaget, aku mendengar Sherly menjerit kecil. Dalam pelukanku tangisannya semakin menjadi. Si Kumis masih saja mengacak-acak koper itu seakan mencari sesuatu yang hilang. Dona move! Ketiga pria itu (termasuk si Kumis) telah masuk ke dalam ruangan. Si Kumis berjalan perlahan menghampiriku lalu bergerak ke arah Sherly. Koper kami dilemparkan dengan kasar ke atas meja di pinggir.




















