Aku bergegas memasukkan sepeda motor ke dalam rumah dan Tina lalu mengunci pagar. Bokepindo Tangan kiriku mengusap-usap lembut luar vaginanya. ”Saya yang terima kasih Pak. ”Eemmppff..”, erangnya. Kucium dalam-dalam lagi bibirnya. ”Terima kasih ya Pak..sudah nolongin”. Tina mengulurkan sabun dengan tersenyum. Kudekap erat tubuh depannya. Pertanyaanku sesungguhnya tidak memerlukan jawaban, hanya basa basi. Tina terkejut, matanya sedikit membesar tapi kemudian ia menikmatinya. Aku masuk rumah lalu cepat cepat duduk di depan komputer, browsing, karena suami adikku memasang internet untuk mendukung pekerjaannya.10 menit kemudian Tina menyajikan segelas es teh untukku. ”Oohh.. Sejak Tina bersuara, aku sudah berhenti dan diam di dekat pintu kamar mandi. “Uhh..gimana bisa nahan penis nggak ngembang”. Sambil tetap menimbang. “Duh..ni anak. Kalo di sini ya habis kamu mandi”. Sedang aku sedikit menggeram dan ”oouugghhh..hhmmppff..mpekmu enaknya Tttiinn..”.













