Sopan banget. Bokepindo Yeni menumpahkan minyak di telapak tangannya lalu mengoleskan di kedua buah dadanya. Membatasi gerakanku. “Yeni,” katanya begitu dia muncul di pintu menyodorkan tangan. Aku jadi tertarik sama omongannya. Temanku tak berbohong. Tak sulit menemukan tempat ini. Tak sulit menemukan tempat ini. “Mas ini gak sabaran ya?”
Tak ada nada marah, masih ramah. Lalu menyambar handuk dan ke kamar mandi. Terbayang, kan, kalau dada model “papan setrikaan”, bukannya nikmat malah pegel. Pokoknya engga nyesel.”Dengan agak ragu (masa sih seratusan cewenya yahut?) akhirnya Aku meluncur juga ke sana. Buka baju dulu dong,” perintahnya. Kalau tidak, mungkin Aku sudah menyiram maniku ke dada Yeni.




















