Putra di kantor sedang menunggu Pak Juprii aliias Mang Sutub yg belom juga datang. Bokepindo Kriis makiin bernafsu, dan dia berubah posiisii. Nabila yg boleh dianggap pengusaha keciil biisniis esek-esek enggak lepas darii bekiing, dan dia cukup cerdik untuk enggak hanya memegang satu orang. Mata Kriis tak lepas-lepas darii kakii nakal Nabila di selangkangannya. Enak bangett! Sementara tersebut Nabila mengangkat sedikiit demii sedikiit tanktop-nya. Lu sepertinya sebentar lagii kadaluarsa niih?” Kriis berkomentar menghiina.“Bangke,” Nabila balas memakii.“Perex,” hardik Kriis,“Sekarang lu diem. Putra merangkul isterinya dan menciium keniing Miranda.“Hayo… mau ngapaiin tangannya di sana…” goda Putra.Miranda membalas dgn mengecup biibiir Putra lalu menariik ujung kaos Putra, menyiingkap body atas Putra. Aqu nggak heran.




















