Aku segera menutup pintu pagar dan pintu rumah. Aku mengeditnya kemudian sehingga mutunya jadi lumayan bagus, seolah-olah pengambilan gambar itu tidak dilakukan secara sembunyi. Bokep Stefi tinggal sendiri di rumah ini. Pertanyaanku yang mengganggu adalah, mengapa Stefi begitu berduit, sementara dia tidak terlihat bekerja apa-apa. Dia melemas saja ketika kulucuti bajunya. Aku seterusnya diminta bisa mengerti dan menerima kehidupan Stefi. Dia orangnya asyik dan kelihatannya cukup berduit. Kemaluannya aku raba terasa berlendir pula di sana. Stefi yang masih dalam keadaan mabuk kini mengerang-erang mengekspresikan kenikmatan. Aku tidak peduli. Aku sudah terujung melihat Stefi yang putih mulus. Bagiku hal itu tidak menjadi masalah, sex, uang dan kehidupan yang lebih baik adalah tujuan hidupku.


