“Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Bokep Rusia Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Namun Lidya malah menaruh hati padaku. Namun aku tak tahu apa arti semuanya itu. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Tak terlihat ada pesta. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Namun tiba-tiba saja Lidya memekik, dan menatap bagian penisku. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Seperti ada denyutan yg hangat. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu




















