Aku tersenyum dan mengangguk. Bokepindo Katanya, “Mungkin. “Kurasa juga demikian. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Satu kejapan mata kemudian, kurasakan sebuah kerinduan.,,,,,,,,,,,,,,,, Wajahku memanas. Pelukannya di leherku terlepas. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Ia menarik kedua kakinya ke atas sofa, hingga sekarang ia dalam posisi berlutut di sampingku. “Relaks,” bisiknya di depan bibirku. “The hell,” desisku. Ia menjambak rambutku. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. “Ahkkk,” ia mendesah. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. Kami saling terpaku beberapa saat, sebelum akhirnya ia berkata, lebih mirip desis gusar,
“Kamu hanya mau diam begitu?”
“Sial,” makiku.




















