Tanpa pakaian dengan badan mengigil, aku seorang diri dalam ruangan. Bokep “Alex memberikan ruangan ini untukmu, sementara istirahat dulu hingga kamu benar-benar sembuh”, katanya lalu ke arah lemari dan mencarikan baju untukku. Aku hanya bisa pasrah, membiarkan pria-pria itu terus-terusan menggagahiku, inilah pilihanku, menyelamatkan Chelsea dan Herman dengan resiko seperti ini. “Ga perlu nangis…”, kata pria yang menindihku, “Kita kan senang-senang”, lanjutnya. Pria yang tadi ku sepong sudah turun dan menuju ke arah kaki ku, ia bersama pria lain kemudian mengkobel vaginaku. Kini aku resmi menjadi budaknya secara utuh. Tiba-tiba sms masuk lagi, ‘GUE JEMPUT SEKARANG JUGA’, aku makin takut membacanya, Alex tidak main-main, ia bisa saja ke sini dan menghancurkan keluargaku.










