Karena gugup. Bokepindo “Iya enak sekali Dit. Kata ibuku adik-adikku yang masih kecil tidak akan membantu membuat Tante Ratih tenteram, lagi pula adik-adikku itupun takut jangan-jangan didatangi arwah tetangga yang sudah mati itu hehehehe.Lalu malamnya aku pergi ke rumah Tante Ratih lewat pintu belakang. Setiap pagi penisku keras seperti kayu sehingga harus dikocok sampai muncrat dulu baru berkurang kerasnya. Terkadang bola kubuang ke belakang , lalu kugiring dengan mengilik ke kiri dan ke kanan, terkadang dengan gerakan berputar. “Maafkan Tante”, bisikku di telinganya. Aku bobol lagi. Kukucup mulutnya. Untuk cerita ini cukuplah sekian dulu.,,,,,,,,,,,,,, “Mari makan malam Dit”, ajaknya membuka tudung makanan yang sudah terhidang di meja. Ya itulah. “Ah buat apa itu saya bilang-bilang? Rupanya dia tidak mengira aku akan masuk, dan cepat-cepat menurunkan sebelah kakinya dari sandaran lengan sofa, tapi




















