Itu membuatku jadi penasaran.”Santai aja, mbak. Bokepindo Itu membuatku jadi penasaran.”Santai aja, mbak. ****** pacar saya paling-paling menembus sampai tengahnya saja, masih banyak sisa ruang yang longgar.” rintihnya mesum.Tanpa diberitahu pun, aku sudah tahu. Kulirik jam di dashboard, lewat 34 menit dari jam 1 pagi dan sekarang juga bukan akhir pekan. Berbagai pikiran berkecamuk, namun kutepis sejenak sambil menepikan taksi yang kukemudikan. Sekaligus juga air liurnya. Bau alami tanpa parfum sebagaimana yang sering dipakai istriku. Tapi nyatanya tidak, dia masih tetap tenang di jok belakang taksiku.“Iya, pak. ”Ehm, mbak…”Tapi kalimatku sudah dia potong. Wanita itu mulai sedikit mendesah, tapi masih terlihat pasrah. Istriku yang sedang menunggu di rumah pasti resah, aku pulang terlambat tanpa memberi kabar apapun.”Bapak mau pulang ya?” wanita itu bertanya, seperti mengetahui apa yang kupikirkan.”Iya, istri saya pasti sudah




















