Tubuh kami seolah melengket pakai lem tanpa ada perasaan malu sedikit pun dari penumpang lainnya. Bokep “Yah, dan kamu Dina khan” aku balik bertanya dgn mengarahkan telunjukku pada wajahnya sambil kami tersenyum.Entah apa yg bergejolak di pikirannya saat itu, tp yg jelas aku rasanya ingin langsung memeluk tubuhnya, untung segera kusadari kalau tempat ini dihuni oleh banyak orang, yg tdk mustahil ada yg mengenal kami. mm..” hanya suara itulah yg berulang-ulang keluar dari mulut Dina ketika aku menggerak-gerakkan ujung lidahku pada lubang memeknya. Kejadian itu pasti tdk pernah terlupakan seumur hidupku.Sekitar 20 m aku bolak balik dari pelataran paling bawah ke pelataran paling atas di terminal itu, bahkan hampir semua warung dan tempat duduk-duduk para penumpang bis aku intip tanpa ada rasa segan, meskipun aku tetap agak malu kalau-kalau ada penumpang dari




















