Aq kegelian menikmati tangannya yg menari di atas kulit punggung. Bokep suara itu mengagetkanku. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Ah sial. Anggap saja tiaptiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Paling tdk ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan.Mbak Iin.., gumamku dalam hati.Perlu tdk ya kutegur? Aq membayangkan dapat menjepitnya di sini. Aq tertipu. Toh masih ada hari esok.Aq bergegas naik angkot yg melintas. Wanita setengah baya itu merenggangkan bibirnya, ia terengahengah, ia menikmati dengan mata terpejam.Mbak Iin telepon.., suara wanita muda dari ruang sebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju.Mbak Iin merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawab telepon.Ngapaian sih di situ..?




















