Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku. Bokepindo Aku melihat Nyonya Wulandari dan sudah tidak kuasa lagi menekan gairahnya. Saya cuma menolong saja. Rumah yang besar dan megah penuh kemewahan ini ternyata hanya sebuah neraka bagiku.Aku memang ingin lari, tapi belum punya kesempatan. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Karena ditanggung oleh Nyonya Wulandari. “Jangan datang lagi ke sini. Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Dia menyuruhku untuk menutup pintu, setelah aku berada di dalam kamar yang besar dan mewah itu.Aku tertegun, apa lagi saat melihat Nyonya Majikanku itu hanya mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis sekali, sehingga setiap lekuk bentuk tubuhnya membayang begitu jelas sekali.




















