Matanya sembab karena menangis.“Om… saya hamil”, dan tangisnya tumpah meledak. Bokepindo Aku membungkuk mengambil dan memeriksa kantong jas-ku. Perhatian umum lagi kesana. Tak babar kuhisap putingnya berganti-ganti kiri dan kanan, bahkan kugigit gemas. Masih berjalan menunduk dia mengucapkan terimakasih.“Siapa namamu?”“Mita Om, Ermita.”“Dimana kamu sekolah?” Dia menyebut sebuah SMU swasta sembari mengangkat mukanya melihat ke wajahku. Kuciumi jari dan telapak kedua kakinya, kumasukkan jempol kakinya ke mulutku dan kuhisap. Aku tak menanggapi. “Ndak sengaja Om. Kucipok bibir indah itu mula-mula lembut tapi berikutnya dengan melumat dan memilin bibir yang seperti jeruk dua ulas itu dengan bibirku. Aku semakin terperosok jatuh cinta padanya. Guru pinter, lulusan MIT, ngerti apa saja, dan habis ngajar bisa dijilat dan dikulum seperti es krim, dan ditunggangi seperti kuda.




















