Aku mendekatinya dan bla bla bla ngobrol dan ngasih alesan kenapa datengnya telat. Akupun menggenjotnya dengan RPM tinggi, tangan Resti menutup mulutnya sendiri agar suaranya gak kedengeran sampai keluar.Gak lama kemudia aku sudah terasa mau sampai, “udah mau sampai nih, keluarin dimana?”, Resti pun menjawab dengan tersengal sengal, “didalem aja mas, aku punya pil KB”.Akupun akhirnya memuntahkan pejuhku didalem vagina Resti. Bokepindo Ria terlihat masih mencoba menelfon temenya yang ada didalem. Ria pun menatapku dengan tatapn aneh, aku raba lagi pahanya dan kali ini gak ada penolakan dari dia, mungkin ini lampu hijau buatku bertindak lebih jauh pikirku.Aku pun mulai menelusupkan tanganku kedalam roknya, melewati pahanya yang hangat dan sangat mulus akhirnya tanganku sampai di pangkal kenikmatan Ria.




















