Seringnya saat Herman tdk ada di rumah, atau gantian di apartemenku atau kami ke luar kota. Begitu aku masuk, aku menemukan Hasni sdh merebah di atas kasur, kasur yg biasanya kutiduri kalau aku menginap disini.Hasni sdh menanggalkan you-can-see dan hotpantsnya. Bokepindo aku mau keluarrrr….”“Iyyyaaa Cheaallll…. Kakinya yg jenjang melingkar menjepit pinggulku sebagai reaksi gesekanku. Aku menolak. Ntar kebayang-kebayang. Kebayang dong margin mereka gimana?“Yaaah bukan gitu brey, gue ngerasa hidup gue hampa aja gak ada anak, istri gue jg ngerasa begitu.”“Yah, terus mau gimana lagi brey, mungkin lo coba usaha lagi aja selama 1 tahun maybe”“Ngga bisa brey, istri gue udah putus asa”.“Okeeeyy, trus permintaan apaan yg lo maksud?”“Ginii….” dia berhenti sejenak tdk melanjutkan kalimatnya.“Ginii….”“aaaahhhhh…. Aku tdk bisa bayangkan gimana Herman tiap hari, tiap malam disuguhi malaikat sempurna seperti ini.KLOP, jari Hasni disentakkan




















