Ketika kumasukkan tangannya ke dalam celanaku“Ah, jangan kak, nanti dilihat orangtuaku”, katanya sambil menarik tangannya seolah takut dan malu ketahuan orangtuanya. Ternyata Nidar sudah siap benar tanpa aku perhatikan kapan ia mengganti pakaian. Bokepindo “Silahkan masuk Dik, langsung aja makan bareng, kami baru aja mulai. “Ah, nggak kok, aku bebas dan nggak ada yang berhak melarangku, lagi pula aku memang banyak teman akrab perempuanku, tapi itu hanya sekedar teman bergaul. Dalam hatiku mungkin ia mau kencing, namun harapanku semoga ia mendatangiku. Kadang ia bawa makanan di rumah kostku di malam hari, mengajakku jalan-jalan, nonton bioskop dan TV di rumahnya pada malam hari.Hingga suatu malam, Nidar datang membawa sayur nangka dan ikan bakar ke kostku.




















