Mereka berangkat sekitar jam 7 malam itu. Bokepindo Johan bangkit lalu ia memandang wanita sintal yang terbaring bersimbah keringat. Kedua tangannya tergolek tidak berdaya memegang apapun. Tangan Johan lalu keluar dan dia kembali asyik dengan stir. “Cukuik sampai disiko sajo da, Winda indak ka manumpang oto uda lai ( Winda tidak akan menumpang truk abang lagi)”. Sekitar jam 7 lewat mereka turun mampir di rumah makan di pinggiran jalan di Bukittinggi untuk beristirahat sejenak sambil mengisi perut. Ya…, Winda kuatir jika jejak – jejak itu akan terlihat. Terasa hangat dan kasar. dan Johan memberi tahu dirinya sebab musabab ia bercerai dengan lengkap. Begitu sesampainya Winda di rumahnya sekitar pukul setengah sepuluh malam itu Winda langsung mandi.




















