Aku beranjak dan mendekatinya karena berpikir kalau dia adalah sosok yang tidak reaktif. Gua bete nih nungguin, gimana sih.”Kemudian, saya memastikan kebenarannya dengan mendatangi rumah si Hermanto. Bokepindo Kemudian ia mulai tidak sabaran, ia terus memaksaku agar segera melakukannya. “Mas, perjanjiannya saya batalkan.” Katanya dengan suara pelan. Aku sudah tidak tahan lagi ingin diraba-raba tetapi harus sabar menunggu sang pangeran. Saat masuk ke ruang tamu, kulihat jaketku ada di atas meja. Ternyata bibirnya sangat seksi, wajahnya juga sangat maskulin dihiasi janggut yang tidak terurus, tambah lagi kharismanya yang terlihat kebapakan. “Itu kehidupanmu Hermanto.” Kataku saat menggigiti daun telinganya. Dia tetap menutup mata sampai akhirnya dia mulai membalas tindakanku. Dia tetap menutup mata sampai akhirnya dia mulai membalas tindakanku. Tiba-tiba dia malah pamit pulang.




















