Pak Smith juga tak kuasa melakukan apa-apa untuk menolong saya, karena dua orang preman tinggi besar itu memperhatikannya terus. “Ya, dan itu berarti waktumu untuk pergi.” jawab Jenny dengan dialek British yang amat sempurna. Bokep Ia mengenakan kaos T-Shirt hijau tua dan celana pendek putih, memamerkan kaki-kakinya yang bagus itu. Semula saya merasa sedih. Dilemparkannya celana panjang saya jauh-jauh. “Ngeliatin apa, Von?” tanyanya membuat saya tersipu. Mungkin karena kurang puas, ia melepaskan kacamatanya, dan terus menatap saya. Aku menurut saja, karena memang permainan semalam membuatku kelaparan pagi ini. Entah berapa lama Jenny memainkan susu saya, tapi rasanya seperti bertahun-tahun terperangkap dalam rasa nikmat.

















