“Duh saya makin tidak sedikit utang budi dong den..”Lanjutnya. Kami bergumul berbagai saat, begitu ada lubang aku segera menekan kuat selangkanganku di dalam jepitan pinggul mbak Juminten. Bokepindo “Uhhhh…uhhh…dennn….aduuuhh..uuhh..huhhu..huh uuu..uuhh..” Jeritnya sambil terisak. Bocah kecil itu tengah serius melihat tivi di belakang kami. “Telah telat mbak” Suaraku bergetar menghardiknya. “Loh belum kerja den?” Tanyanya, wajah itu terkesan datar, malah ada senyuman kecil menghias bibirnya. “….mmmm…gimana ya..gak tau den..”Jawabnya, wajahnya terkesan canggung. Dengan gerakan kasar aku luar biasa ke samping paha kirinya. Nafasku memburu, yg keluar dari mulutku hanyalah desahan penuh nafsu angkara murka. Aku segera menepis pikiran kurang baik itu. Bagaimana kalau dikemudian hari kenekatanku bakal berbalik menjadi bencana utk diriku serta karir.




















