“Berteduh disini dulu aja ci nunggu ujan reda”, kata yang muda dengan nada agak gemetar. Panggil aja aku Nana, atau paling gak aku memang sering
dipanggil demikian. Bokepindo “Dasar berani juga dia ngomong gitu, akal mesum”, pikirku. ohhhhhhhhh………… sssssssssshhhhhhhhhh………. Mendekati lampu merah sengaja aku memperlambat laju “mio” ku.“Yes pas merah”, sengaja aku tunggu lampu merah. Setelah berpakaian lengkap akupun pulang dengan jas hujan pinjaman.Sampai di rumah Cuma ada keponakanku doni yang setia menungguku, Akhirnya aku ngent*t dengan doni seperti
biasa saat suamiku pergi. Aku berusaha tambah menggodanya dengan mengusap sisa-sisa air hujan di tetekku.“Ci boleh saya….”, kata pak abdul sambil tanganya maju hendak meremas tetekku.Plak…. permintaanmu aku kabulkan….. Kata si pembonceng dengan logat jogjanya. Mmmmmmmm……. Pas aku berhenti di barisan paling depan.Sesaat kemudian berhenti di sebelahku 2 anak sma naik motor.










