Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yang ada dihadapanku adalah Iswani yang telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung.Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Bokepindo Dalam hitungan menit aku mengalami shock kenikmatan. Merasa bosan, kuambil rokokku yang selalu tersedia dalam saku jaket dan kusulut sebatang rokok. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Mmm.. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Beberapa saat kemudian tubuh Iswani bergetar seiring dengan klimkaksnya. “Mbak, boleh minta rotinya!”, kataku dengan halus. Bagian-bagian yang telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah



















