Sementara Maudy terisak. Bokep “Buka lebar-lebar kaki lu neng…” Maudy gemetar, ia diam saja. Apalagi, lelaki di atas memegangi sebelah payudaranya dengan kedua telapak tangannya, lalu menyedot-nyedot putingnya sekuat tenaga sambil lidahnya menyentil- nyentil puting di dalam mulutnya itu. Tapi kedua lelaki itu hanya tertawa-tawa. Habis ini, lu pasti minta diperkosa!” kata lelaki itu, lalu merapatkan lagi wajahnya ke selangkangan Maudy. Maudy baru mulai bisa bernapas lega ketika lelaki satunya menggerakkan jari telunjuknya, memberi kode agar ia mendekat. “Sebentar, masih ada yang harus lu kerjakan supaya nggak gue perkosa,” sahut lelaki di depannya. Maudy hampir tak bisa memasukkan penis yang besar itu ke mulutnya. Sisa rambut kemaluannya tampak menyembul dari sela-sela pangkal pahanya. Yang jelas, ia bisa mendengar, suasana jalan tampaknya makin sepi.Sampai akhirnya, mobil itu berhenti, lalu terdengar suara seperti pintu




















