Selesai makan malam, Lidya membawaku ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Namun tetap saja aku tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Bokep Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Hanya saja Bapak belum bisa membelikannya. Aku merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Dan hanya kami berempat saja yg merayakannya.Perlu diketahui kalo Lidya adalah anak tunggal di dalam keluarga ini. Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti.




















