“Cukup segitu?”
Jay terdiam. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. Bokep Rusia “Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. “Masalah apa?” tanya Ray. Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. “Cukup segitu?” tanya Jayu lagi. Chie mendekap mulutku dengan bibirnya, menjatuhkanku di samping tempat tidur. Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan. Dan aku tak bisa menolak ketika Chie mulai menciumi leherku dan membuka retsleting celanaku, menelanjangiku, membiarkanku mendesah saat jemarinya menyentuh batang kemaluanku. Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya.




















