Begitu juga yang terjadi denganku. Bokepindo Aku hitung, semua yang bekerja di rumah ini ada tujuh orang. Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Dari kaca spion aku melihat tidak ada gurat kekecewaan di wajah Nyonya Wulandari. Kemewahan memang tidak selamanya bisa dinikmati. Beberapa kali aku menelan ludah sendiri memandang keindahan tubuhnya. Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. “Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi.“Terima kasih Nyonya. Kebetulan sekali malam itu suami Nyonya Wulandari datang. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan.




















