Salma hanya mengerang dan mendesah menahan rasa sakit yang pasti nikmat itu. benar-benar enak banget. Bokepindo Nanti pacarmu marah lagi liat kamu jalan sama aku..” pancingku.“Engga toh, Mas. Saat aku makan, sepertinya dia beberapa kali memandangku dari seberang sana sambil memotongi sayur.Ketika aku membalasnya dia langsung memalingkan pandangannya. Abis enak banget..!”“Kecek.. Iya..! Emang kamu takut, Sal..?”“Engga, asal ada Mas Izan..” jawabnya sambil menggandeng tanganku.Lalu dia menarikku lebih masuk ke dalam, tibalah kami di satu sudut ruangan.“Mas.., Mas Izan sudah punya pacar belum..?”“Wah, ngga sempet Sal..,” jawabku yang sebenarnya berbohong.“Salma boleh ngga jadi pacar Mas Izan..?”“Tapi Sal..,” tak sempat menyelesaikannya Salma sudah memotongnya dengan menutup mulutku dan menaruh tanganku di dadanya.Besar, empuk tapi padat. Aku belom punya pacar. terusin..!” jawab Salma sambil memegang pundakku.Aku mulai menggerakkan batangku keluar masuk goa di tengah hutan




















