“Thanks ya mbak selama di Jakarta mau menemaniku dan memberiku wawasan baru, salam untuk Pak…eh Toni” kataku hampir keceplosan. Bokep “udah sampai mana ?” tanyanya
“…..aku udah dijalan kok,macet nih…..tapi udah dekat, paling 15 menit lagi nyampe” jawabku sambil merasakan nikmatnya kocokan Iwan dengan penisnya yang semakin keras menghunjam diiringi remasan kuat di buah dadaku.Pak Toni kembali mengingatkan skenarionya tapi aku tak bisa sepenuhnya konsen pada ceritanya karena perhatianku terbagi dengan Iwan yang semakin nakal mempermainkan emosiku.“ya..ya…mengerti..trus…apa ? Kulirik Pak Toni sudah merem melek merasakan kulumanku, seperti halnya aku, dia memegang kepalaku dan menekan semakin masuk penis itu di mulut. “sebentar aja kok, kita quicky deh” katanya sesampai didepan kamarnya.Aku tak bisa mundur lagi saat dia menarikku masuk dan memang tak ada niatan mundur, masih ada waktu paling tidak 30 menit.“oke tapi sebentar




















