terus.. Rencananya malam nanti Adek dan rombongan akan mendaki gunung Lawu, tapi waktu menuju base camp kedua, perut Lina sakit, sehingga Adek menemani Lina mencari tempat untuk buang hajat, tetapi setelah selesai ternyata mereka tertinggal dan terpisah dari rombongan.Setelah mienya siap segera saja pancinya kuberikan pada mereka untuk segera disantap. Bokepindo ge..li se..ka..li..” ujarku dengan nafas tersengal.Tanpa sadar aku sudah meremas tangan Lina dan Linapun kurasa juga membalas remasan tanganku. Adek laper banget nih..” tanya Adek tanpa basa basi kepadaku yang sedang memperhatikannya. Tanpa banyak kata, Adek hanya memperhatikan sebentar ******ku kemudian mencium dan menjilat permukaan ******ku.”Aah..” aku hanya bisa mengeluarkan kata itu saat Adek mulai mengulum ******ku dan mengisapnya. mMsih saja Adek protes kok tidak ada piringnya.”Emangnya ini di warung” kataku cuek sambil tersenyum kearah Lina.Lina hanya tersenyum tipis dengan bibir




















