Di minggu ketiga hari libur kami, akhirnya aku beranikan untuk protes, tanpa sepengetahuan teman-temanku. Bokep Mereka kaget, sama halnya aku yang baru pertama kali menemui perbuatan yang tak terbayangkan sedikitpun. Keraguanku mulai mengikis gambaran akan indahnya dunia kapal. Aku tersedak dan muntah, tapi untungnya mereka sadar. Aku mencoba menepisnya. Aku sadar, bahwa mereka tertekan, setelah selama lebih dari tiga bulan, baru merasakan daratan. Dibimbingnya penisku untuk menjalani pengalaman lain yang tak terbayangkan. Setelah para senior memperkenalkan kami, mereka menempati tiga kamar lain. Kami harus satu kamar berlima, persisnya bangunan berlantai tiga berukuran 6×7 yang mempunyai empat kamar tidur dan dua kamar utama itulah yang menjadi tempat kuliah nyata kami. Kekagetanku semakin bertambah, ketika dua senior mendekapku.




















