Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Bokep Gua cuma nyoba aja, barangkali ada,” aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Memang aku mengerti keadaannya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Dikunci pula. “Kau menikmatinya, Mila?….nikmatin saja kontolku yang besar ini” bisikku.“Diam..!” dia membentakku. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur. Kurasakan ada air mata yang mengalir dari kedua kelopak matanya. Soalnya elu udah banyak berbuat baik sama gua. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Pergi..! Gua cuma nyoba aja, barangkali ada,” aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.




















