Bentar-bentar!! Aku mencoba berontak untuk melepaskan ikatan tanganku.“Lepaskan aku…”Ia tersenyum melihat ke arahku lalu digenggamnya batang penisku yang sedari tadi sudah tegang, dikocoknya perlahan dengan sangat lembut.“Ahhhh…..” racauku mendesah menikmati setuhan lembut tangannya.Diciumnya kepala penisku lalu dijilatinya lubang kencingku, lidahnya memutar ke semua bagian kepala penis dan menurun pelan sampai ke bagian bawah buah zakar. Bokep Sakit Nit.” keluhku sambil meringis kesakitan dan mengusapi kepalaku karena kepalaku di pukul menggunakan remote AC.“Dasar cowok mesum” ujarnya ketus.“Sakit banget Nit, astaga….” keluhku yang masih merasa kesakitan. “Arrrggghhh…” erangku.Clooop…. Janji ya langsung ngabarin aku.” ujarnya.“Siap, Bos.” seruku sembari memberi hormat.“Ya wes nek gitu. Aku hanya bisa meringis sambil mengikuti langkahnya.Aku sangat yakin kalau saat ini pasti ada puluhan mata yang tertuju ke arahku.




















