“Eeii…jangan kurang ajar yah !” bentak Sherin mendorong pria itu. Di sofa ruang tengah telah menunggu dua orang pria yaitu Pak Irfan, salah satu staff papanya, seorang yang berpostur pendek berusia 40-an, dan satunya adalah sopir pabriknya yang bernama Jabir, seorang pria berkumis tebal dan tubuhnya padat berisi serta kulitnya hitam kasar karena sering terbiasa bekerja di bawah sinar matahari.“Sore Non Sherin” sapa Pak Irfan ramah, Jabir juga tersenyum menyapanya. Bokep “Hei…omong apa tadi ?! Ketiganya menatapi tubuh telanjang itu dengan pandangan penuh birahi. Dia bangkit berdiri tanpa melepaskan pandangan matanya yang penuh nafsu itu dari tubuh telanjang nona majikannya. Pak Udin yang berjongok di sebelahnya bukan saja melumat payudaranya, mulutnya terkadang menelusuri bagian tubuh yang lain yang masih lowong meninggalkan jejak air liur, tangannya pun turut menjamah-jamah disana-sini.




















