please!” katanya sambil memohon kepadaku, aku pun mengangguk.Mbak Lina mulai melepas bajunya satu demi satu hingga tinggal BH dan celana dalamnya saja. Bokepindo uuouugh.. Lalu dia menggandeng tanganku keluar kamar, dia menggenggam tanganku dengan erat, entah apa yang dipikirkannya.Kami pun akhirnya makan di sebuah rumah makan dekat hotel yang kebetulan buka sampai malam. Bunga minta maaf, Bunga ngaku salah, maafin aku ya Mbak..!” kataku terisak.Mbak Lina bersimpuh di hadapanku, diambilnya tanganku, dia genggam erat tanganku.“Bunga.. kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”“OK.. mm..










