Masalahnya kami tidak bisa bahasa Mandarin, yang kami tanya, sama sekali tidak paham bahasa Inggris.Menggunakan bahasa isyarat untuk tanya pintu keluar, tidak satu orang pun memahaminya. Bokepindo Ketika itu kami berdua sedang di restoran, dan ada cewek di meja lain yang duduk membelakangi kami. Kami memang membawa buku kecil yang berisi terjemahan bahasa Indonesia – Mandarin. Menurut Bode kedua cewek ini bisa digarap.Aku setengah yakin, setengahnya ragu . Aku tidak berminat untuk mengikuti terus rombongan, karena perjalannnyanya bakal cukup jauh.Aku berdua dengan temanku yang biasa kupanggil Bode, karena bahasa daerahnya dia biasa dipanggil La Bode. Rombongan kami menggunakan bus, mungkin ada sekitar 30 orang. Dia jago juga mengulum sehingga barangku tidak perlu lama-lama istirahat sudah bisa bangun lagi.Kamar mandi hotel cukup lega sehingga aku bisa menggelar handuk di lantai.




















