Tia memberikan HP-nya kepada kakak iparnya untuk memperlihatkan foto-foto yang diambilnya dari HP suaminya, Bram. Bokep Cuma dia tidak berani bilang.“Gak usah nyangkal,” desis Tia. Dan mereka semua terangsang melihat penampilannya yang menggoda. Perempuan-perempuan macam itulah yang fotonya Tia temukan di HP Bram.“Tia… kamu… ini maksudnya…?”Melihat Bram bengong saja, Tia mengingat-ingat lagi apa kata Citra mengenai bagaimana dia harus bersikap. Seumur hidup belum pernah dia seagresif itu, jadi dia deg-degan sendiri waktu akhirnya berani bicara keras di muka Bram. Wajah perempuan bermake-up tebal yang asing itu terlihat norak sekaligus menggoda. Selama ini kehidupan mereka lancar-lancar saja. Sebagai gantinya…Tia tampil beda. Tia sendiri sudah cukup lega karena tidak kepergok siapapun dalam perjalanan yang cuma beberapa meter saja dari tempat kakak iparnya.“Aku pulang kira-kira sejam lagi.” SMS dari Bram masuk ke HP Tia.Tia duduk




















