Bibir dong…”. Bokepindo Cinta tersipu. Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis. Sebagai salah satu pejabat negara di Kementerian Pendidikan, Om Ridwan memang memiliki banyak kenalan dikalangan pimpinan universitas di Indonesia. Baik Cinta maupun Felisia sudah saling mengenal keluarga masing-masing dengan sangat dekat. Sambil melumat bibir lembut itu, tangan Rido bergerak masuk ke dalam kaos yang dipakai kekasihnya. Oke cukup, pikir Cinta. Berprofesi sebagai wanita panggilan kelas atas justru menguntungkan bagi Cinta. Mungkin saja ia baru selesai menikmati kehangatan tubuh gadis yang sedang digandengnya itu.Tak kalah terkejutnya dengan Cinta, Om Ridwan juga berpikiran yang sama. “Yakin? “Gak masalah, kali gitu Om tunggu jam 6 Oke?”. “Kalo gitu kita minum aja deh, kamu mau apa?”. Lagi bikin apa?”.Rido keluar dari kamar mandi dengan hanya terbalut handuk. “Anggap saja sekarang ini




















