“Er.. Bokepindo Saya pernah.. Sambil menggenjot Ibu Mia, gua juga muter-muterin putingnya bergantian kiri kanan. Mas Hardy seringkali terlalu lelah, jadi selama ini dia selalu keluar duluan..” Ibu Mia mulai menangis kecil. “Biarin dia, Beh,” bisiknya setelah kita kembali duduk. “Ohh! “Ohh Ibu.. Kenapa kamu kejap-kejap seperti itu?”, sentak Ibu Mia dengan kasar. Pinggulnya masih diletakkan di atas tumpukan baju-bajunya. Kemudian beliau menyamping, perlahan menghadap ke arah gua.. Perlahan kemudian Ibu Mia berjalan menjauh, lalu duduk di sofa yang terletak di ujung ruangan. Iya Bu.. Tapi itulah jadinya, karena terburu-terburu.. Dan setiap kali saya tanyakan kenapa, jawabannya pasti serupa,
“Yang dilihat kamu ngga bisa lepas begitu aja..




















