“Mah… booo leeeh enggak aaaa kuuuu?”, tanyaku tapi enggak berani meneruskan kalimatnya, sambil ku usap2 dahi mama yang masih berkerigat. Bokepindo Pokoknya aku enggak mau kalo Mama dapat Papa baru”.Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakarta hari jumat sore itu. “Banyak betul sih Mas ubanmu ini?”, komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku. Maaaaassss… mama.. kalo ngeliat sedikit kan enggak apa apa kan mah… boleh kan Mah?”, rengekku.Mama tidak segera menjawab dan tetap saja meneruskan mencabuti ubanku seolah olah enggak ada apa-apa. “Emangnya Mama enggak malu?”… tuh kelihatan?”, sambil kututul puting tetek mama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju tidurnya dengan ujung jariku.“Huuuusss, teriak mama kaget.




















