Sembari memeloek toeboeh Handayani Poetri yg berkeringat, aqoe bisikan ke telinganya,“Handayani Poetri, terima kasih, terima kasih…” Aqoe dekatkan bibirkoe ke poetingnya yg sebelah kanan, ternyata Handayani Poetri tetap tertidoer. Bokepindo Kedoea tangankoe siboek meremas payoedaranya, laloe pantatnya dan joega kemaloeannya. Aqoe memajoekan pantatkoe dan gagang kemaloeankoe makin dalem memasoeki moeloet Handayani Poetri. Pasienkoe bisa dibilang banyak, tetapi pada kenyataannya rata-rata dari kelas menengah ke bawah. Si Handayani Poetri ini sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, tetapi peroesahaan tempatnya bekerja poen terkena dampak krisis ekonomi yg berkepanjangan. Tangan kanannya mengeloes gagang kemaloeankoe sedangkan tangan kirinya meremas boeah kemaloeankoe. Mata Handayani Poetri terlihat sedikit terbelalak saat dia memandang ke arah bawah peroetkoe, yg penoeh ditoemboehi oleh ramboet kemaloeankoe yg soeboer, dan gagang kemaloeankoe yg soedah membesar penoeh dan dalem keadaan tegang, menjoelang dgn




















