Mothers-In-Law Episode 3
Hmmm… sangat halus. Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Bokepindo Kamar motel ini termasuk lux dan bersih. Iseng-iseng aku berjalan ke lorong sebelah kiri. Peter segera memasukkan mobilnya ke garasi, habis itu menutup pintu garasinya dengan menekan satu tombol.Saat itu aku sedikit was-was, bisa tak ya kami-kami dijebak atau sebagainya. Ternyata prinsip Bhineka Tunggal Ika berlaku juga di sini. Roomboy-nya sendiri cukup tahu diri, dia hanya berdiri di luar kamar.“Mas, tolong beliin kondom dong, satu bungkus!” terdengar suara si Peter.“Isi tiga biji Mas?” roomboy-nya menjawab.“Nggak, yg isi 12 biji dan mereknya harus Durex (hihi… aing di sponsor Durex nih),” jawab Peter.Kami yg di kamar mandi





















