“Jangan, Pak. Bokep Family Malam itu, aku tidur sendiri di kamarku yang cukup luas. Namun entah kenapa di malam yang dingin dan suasana yang redup itu, tanpa kusadari, aku akhirnya pasrah dalam pelukan Pak Oding yang adalah pembantuku. Nggak lah, Pak… Kan ada Bapak…. Terbayang olehku kalau-kalau Oding memperkosaku saat ini.. Aku tahu ia sudah lama berminat pada diriku. Di malam itu aku pasrahkan setiap rongga tubuhku yang putih mulus ini untuk dicumbui pembantuku yang sudah tua ini. Ada juga terbersit rasa penyesalan di dadaku karena telah mengkhianati suamiku dan menyeleweng dengan pembantuku yang sudah tua ini. “Awas lho, Bu… Ada hantunya…!” katanya. Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga.




















