Tania mendesahkan namaku berkali-kali dengan bisikan tertahan; kuatir teman di sebelah kamar kost-nya terbangun.“Oocchh.. Bokepindo Mas, Nia nikmatt.. Tania mendesahkan namaku berkali-kali dengan bisikan tertahan; kuatir teman di sebelah kamar kost-nya terbangun.“Oocchh.. Rupanya ia bergegas pulang sore ini karena ada janji dengan seseorang, begitu kata office boy yang dengan setia masih menungguku.“Acchh.., Tania, dengan siapa lagi kamu malam ini..?”, aku bertanya dalam hati sambil bergegas meninggalkan pintu ruang kantorku. Tangannya menggenggam erat tanganku seolah Tania tidak ingin melepaskanku. Ia tidak ingin teman-temannya tahu mengenai siapa ‘kakaknya’ itu, terlebih pada Eni teman sebelah kamarnya yang terkenal suka menggosip.Tania lalu melangkah cepat ke ruang tamu yang berseberangan dengan kamarnya. Dua kali.










